NAMA :SADIMIN
(A310120259)
Sinopsis
Film Sang Pencerah
Film
Sang Pencerah ini mengambil setting di Kota Jogyajakarta pada tahun 1867-1912.
Sepulang dari Mekah, Darwis muda (Ihsan Taroreh) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah Bid’ah /sesat. Melalui Langgar / Surau nya Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah di Masjid Besar Kauman yang mengakibatkan kemarahan seorang kyai penjaga tradisi, Kyai Penghulu Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) sehingga surau Ahmad Dahlan dirobohkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat. Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda.
Sepulang dari Mekah, Darwis muda (Ihsan Taroreh) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah Bid’ah /sesat. Melalui Langgar / Surau nya Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah di Masjid Besar Kauman yang mengakibatkan kemarahan seorang kyai penjaga tradisi, Kyai Penghulu Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) sehingga surau Ahmad Dahlan dirobohkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat. Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda.
Ahmad
Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan
cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman
itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca)
dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring Nidji), Sangidu (Ricky Perdana),
Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adishwara) dan Dirjo (Abdurrahman
Arif), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik
umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman. Sepulang dari
Mekah, Darwis muda (Muhammad Ihsan Tarore) mengubah namanya
menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas
pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah sesat, Syirik dan Bid’ah.
Dengan
sebuah kompas, dia menunjukkan arah kiblat di Masjid Besar Kauman yang selama ini
diyakini ke barat ternyata bukan menghadap ke Ka’bah
di Mekah,
melainkan ke Afrika. Usul itu kontan membuat para kiai,
termasuk penghulu Masjid Agung Kauman, Kyai Penghulu Cholil Kamaludiningrat (Slamet
Rahardjo), meradang. Ahmad Dahlan, anak muda yang lima tahun menimba
ilmu di Kota Mekah, dianggap membangkang aturan yang sudah berjalan selama
berabad-abad lampau.
Walaupun
usul perubahan arah kiblat ini ditolak, melalui suraunya Ahmad Dahlan (Lukman
Sardi) mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat
yang salah. Ahmad Dahlan dianggap mengajarkan aliran sesat, menghasut dan
merusak kewibawaan Keraton dan Masjid Besar. Bukan sekali ini
Ahmad Dahlan membuat para kyai naik darah. Dalam khotbah pertamanya sebagai
khatib, dia menyindir kebiasaan penduduk di kampungnya, Kampung Kauman,
Yogyakarta. “Dalam berdoa itu cuma ikhlas dan sabar yang dibutuhkan,
tak perlu kiai, ketip, apalagi sesajen,” katanya. Walhasil, Dahlan dimusuhi.
Langgar
kidul di samping rumahnya, tempat dia salat berjemaah dan mengajar mengaji,
bahkan sempat hancur diamuk massa lantaran dianggap menyebarkan aliran sesat[3].Dahlan, yang piawai bermain biola,
dianggap kontroversial. Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir karena
membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern
Belanda, serta mengajar agama Islam di Kweekschool
atau sekolah para bangsawan di Jetis,
Yogyakarta.
Ahmad
Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan
cendekiawan priyayi Jawa di Budi
Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman
itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (Zaskia
Adya Mecca) dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring
Ganesha), Sangidu (Ricky
Perdana), Fahrudin (Mario
Irwinsyah), Hisyam (Dennis
Adhiswara) dan Dirjo (Abdurrahman
Arif), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan
mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar