Keselarasan Antara Ketawang Larasmaya Dengan Pernikahan
Adat Jawa
Sadimin
A310120259
adi.awan34@yahoo.com
Pendidikan
Bahasa Sasatra Indonesia dan Daerah
Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas
Muhammadiyah Surakarta
ABSTRAK
Perkawinan merupakan sebuah fase peralihan kehidupan
manusia dari masa remaja ke masa berkeluarga (Sutardjo 2012:82). Perkawinan
bagi masyarakat jawa merupakan sesuatu yang sakral, sehingga diharapkan dalam
menjalaninya sekali seumur hidup. Setiap daerah tentunya mempunyai adat
istiadat yang berbeda mengenai upacara pernikahan, sebagai orang tanah jawa
penulis dalam hal ini akan membahas mengenai keselarasan antara lirik lagu (gendhing) ketawang larasmaya dengan adat pernikahan dijawa. Lirik lagu (gendhing) merupakan suatu karya dan
hasil pemikiran seseorang yang mana karya ini termasuk dalam karya sastra.
Tentunya karya ini bisa diapresiasi serta dapat dinikmati masyarakat. Dan di
antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari
jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan
dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang
demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir (QS.
Ar-Ruum : 21). Dalam kajian ini peneliti menggunakan ilmu sastra bandingan yang
mana kajian satra bandingan belum begitu dikenal dalam kegiatan penelitian ilmiah pada masyarakat Indonesia. Sastra
bandingan adalah pendekatan dalam ilmu sastra yang tidak menghasilkan ilmu
sendiri (Damono dalam Yosi Wulandari 2014:14). Perbandingan merupakan salah
satu metode yang juga digunakan dalam penelitian.
Kata kunci : Perkawinan, Gendhing,
Sastra Bandingan